Report Abuse

RECENT POSTS

Mengungkap Sejarah Dalam Hari Jadi Kota Balikpapan ke-124

 

Hari Jadi Kota Balikpapan ke-124
Hari Jadi Kota Balikpapan ke-124

"Bangsa yang bijak adalah bangsa yang mengenal sejarah."~Ir. Soekarno~

Di Hari Jadi Kota Balikpapan ke-124, (10 Februari 1897 - 10 Februari 2021). Saatnya sejarah berbicara mengungkapkan fakta yang sekian lama tersembunyi dari kenyataan. Seperti kutipan yang tertulis diatas bahwa warga masyarakat Indonesia khususnya Balikpapan harus mengetahui sejarah yang tersirat dari kota ini.

Saya yakin sebagian dari warga masyarakat Balikpapan tidak mengetahui bagaimana sejarah kota ini berdiri. Dan hanya segelintir orang dan bahkan sudah berumur mengetahui mengenai sejarahnya tersebut. Melalui tulisan ini saya akan berharap bahwa generasi milenial akan mengetahui sejarah kotanya sendiri tanpa harus mengalami ketidak tahuan. 

Kisah Nama Balikpapan (https://dongeng.kamikamu.co.id/asal-mula-nama-kota-balikpapan-kalimantan-timur/)

ASAL-USUL NAMA BALIKPAPAN

Melihat dari susunan katanya "Balikpapan" dapat dimasukkan kedalam kata Melayu. Pendapat dari pengarang buku F. Valenijn (1724), mengatakan bahwa daerah di hulu sebuah sungai yang berada di Teluk sekitar 3 mil dari pantai, terdapat sebuah desa yang bernama BALIKPAPAN. Dan nama tersebut dikaitkan dengan sebuah penduduk pedesaan yang berada diteluk tersebut. 

Kini teluk itu bernama Teluk Balikpapan. Ada berapa versi mengenai asal-asul nama Balikpapan antara lain :

(a) Versi pertama yaitu : (Sumber : dari Buku 90 Tahun Kota Balikpapan yang mengutip buku karya F. Valenijn tahun 1724). 

Menurut cerita, asal nama Balikpapan berawal dari sebuah kejadian pada tahun 1739, yang dipimpin oleh Sultan Muhammad Idris dari kerjaan kutai, yang memerintahkan kepada para penduduk desa disepanjang Teluk Balikpapan untuk menyumbang bahan bangunan untuk membangun istana baru di Kutai lama. Sumbangan tersebut ditentukan dengan penyerahan Sebanyak 1000 lembar papan yang diikat menjadi sebuah rakit dan dibawa ke Kutai Lama melalui sepanjang pantai. Namun, setibanya di Kutai Lama, setelah dihitung kembal ternyata ada 10 batang kayu yang terlepas selama perjalanan. Dan dari hasil pencarian menemukan bahwa 10 keping kayu tersebut terhanyut serta timbul disuatu tempat bernama "JENEBORA." Dari peristiwa inilah nama Balikpapan diberikan.

(b) Versi Kedua yaitu : (Sumber : dari Legenda Rakyat yang Dimuat Dalam Buku 90 Tahun Kota Balikpapan).

Menurut legenda dari orang-orang suku Paser Balik atau yang lazim disebut suku Paser Balik Kuleng, maka secara turun temurun telah dihikayatkan tetang asal mula "Negeri Balikpapan." Orang-orang suku Pasir Balik yang tinggal disepanjang Teluk Balikpapanadalah berasal dari keturunan kakek dan nenek yang bernama "KAYUN KULENG ~ PAPAN AYUN." Oleh keturunannya yang menetap di kampung nelayan yang terletak di Teluk tersebut diberi nama "KULENG~PAPAN" atau artinya "BALIK~PAPAN," dan diberikan pada tahun 1527.  

Hari Jadi Kota Balikpapan ke-124
Sumur minyak Mathilda (https://balikpapanku.id/hari-jadi-kota-balikpapan-berasal-dari-pengeboran-sumur-minyak-mathilda/)

MENGAPA 10 FEBRUARI 1897?

Sejarah kota Balikpapan memang ada kaitannya dengan minyak. Berawal dari ditemukan sumur minyak pertama di kota Balikpapan yang diberi nama Mathildayang merupakan nama putrinya. Pengeboran perdana tersebut terjadi pada tanggal 10 Februari 1897 di kaki gunung Komendur di sisi timur Teluk Balikpapan. Penamaan dari sumur tersebut berasal dari nama anak JH Menten dari JH Menten dan Firma Samuel & Co.

Sebagai pemenang dari hak konsensi pengeboran yang ditunjuk oleh pemerintah Hindia Belanda yang menggontrak Balikpapan dari Kesultanan Kutai. Pada awal tahun 1900-an bertambahnya jumlah penemuan dan pengeboran minyak di kawasan Balikpapan telah membawa pendatang baru dalam jumlah yang sangat besar terutama Cina.

kaitannya dengan minyak. Berawal dari ditemukan sumur minyak pertama di kota Balikpapan yang bernama Mathilda. Pengeboran perdana tersebut pada tanggal 10 Februari 1897 di kaki gunung Komendur di sisi timur Teluk Balikpapan. Penamaan dari sumur tersebut berasal dari nama anak JH Menten dari JH Menten dan Firma Samuel & Co.

Sebagai pemenang hak konsensi pengeboran yang ditunjuk pemerintah Hindia Belanda yang menggontrak Balikpapan dari Kesultanan Kutai. Pada awal tahun 1900-an bertambahnya jumlah penemuan dan pengeboran minyak di Balikpapan telah membawa pendatang dalam jumlah besar terutama Cina. 

Dan para pekerja pengeboran rata-rata berasal dari Jawa dan berbagai daerah lainnya seperti India. Dari pekerja Cina dan India tersebut merupakan cikal bakal penghuni desa di Tukung (Klandasan) dan Jumpi (Kampung Baru) yang merupakan asal-usul sebagian warga Balikpapan. Dan selain itu karena keberadaan lantung (minyak tanah).

Dengan adanya lantung tersebut mengundang banyak para pendatang dari daerah Kerajaan Banjar di Banjarmasin dan Bone Sulawesi selatan untuk berdagang dan singgah di Balikpapan. Seiring waktu berjalan, Balikpapan berkembang dengan pesat menjadi "Kota Minyak"dengan besarnya produksi minyak yang dihasilkan mencapai 86 juta barrel per tahun.

Hari Jadi Kota Balikpapan ke-124
Sumber : kaltim.idntimes.com

PENINGGALAN SEJARAH YANG MASIH ADA

Ternyata masih ada peninggalan bersejarah di Balikpapan. Yang patut dilestarikan agar menjadi cerita bagi anak cucu atau bahkan untuk cicit kita kelak. Tapi sangat disayangkan sebagian dari peninggalan sejarah tersebut hanya tinggal nama saja sedangkan bangunan fisiknya sudah tidak ada lagi. Untuk mengenalnya yaitu antara lain :

1. SUMUR MINYAK MATHILDA

Inilah cikal bakal dari Hari Jadi Kota Balikpapan. Tepat tanggal 10 Februari 1897 untuk pertama kalinya pengeboran minyak. Sumber minyak tersebut ditemukan oleh Jacobus Hubertus Menten yang merupakan Insyur asal Belanda. Dengan diberi nama Mathilda yang merupakan nama dari putri kandungnya.   

Lokasi sumur tersebut persis berada di Jalan Minyak (Jl. Yos Sudarso) Kota Balikpapan. Kini telah menjadi Monumen Mathilda dengan didirikannya Tugu Sumur Minyak Mathilda. Apabila berkunjung ke Balikpapan sempatkan untuk berkunjung ke tugu tersebut. Hitung-hitung jalan-jalan sambil mengenal sejarah Balikpapan.

2. GUA VOLKER

Gua ini merupakan peninggalan penjajahan Jepang untuk persembunyian serta pengintaian terhadap musuh. Tepat pada bulan Juli 1945, gua tersebut dilumpuhkan oleh Tentara Australia dengan mengejar para Tentara Jepang didalam gua dengan menggunakan senjata semprot api atau yang lebih dikenal dengan fire tank.

Gua tersebut sangat penting bagi Penjajah Jepang untuk pertahanan dari tentara sekutu. Gua yang berbentuk salib tersebut konon katanya tembus ke gunung Chevron dan gunung Dubbs itu panjangnya sekitar 14 meter tapi ujungnya sudah tertimbun tanah. Sedangkan di sisi lainnya panjangnya sekitar 6 meter.  

3. BUNKER JEPANG

Seperti yang dilansir oleh Kebudayaan Kemendikbud berdasarkan data registrasi bahwa terdapat 19 bunker peninggalan Jepang yang tersebar hampir diseluruh Balikpapan. Alasan mengapa penjajah Jepang membangun bunker tersebut untuk berlindung dari musuh. Pada saat Perang Dunia II terjadi, antara Jepang dengan Hindia Belanda yang berakhir dengan kemenangan Jepang (13 Januari 1942).

4. MERIAM JEPANG    

Letak dari Meriam Jepang ini berada di Gunung Meriam Kecamatan Baru Ilir. Meriam ini merupakan peninggalan dari Kaigun, yang merupakan Angkatan Laut Jepang pada masa Perang Dunia II. Perlu diketahui bahwa meriam ini terbuat dari logam dan berbentuk silindris, dan memiliki dua laras untuk menembakan peluru.

5. MAKAM JEPANG

Di Balikpapan terdapat makam Jepang, dan salah satunya berada di kawasan Balikpapan Timur tepatnya di Lamaru. Disana terdapat prasasti yang bertuliskan huruf kanji. Dibangun untuk memperingati Pendaratan Tentara Jepang di Balikpapan. Untuk merebut wilayah tersebut dari tangan penjajah Hindia belanda (23 Januari 1942).

Hingga berakhir dengan tewasnya serdadu-serdadu Jepang ditangan sekutu yang dimpin oleh serdadu Australia (26 Juni 1945 - 15 Juli 1945). Selain itu makam Jepang terpadat juga di KM 13, untuk menghormati para serdadu yang gugur hingga dibangunlah Tugu Perdamaian antara Jepang, Australia, dan Indonesia.

6. MONUMEN TUGU AUSTRALIA

Monumen ini terletak di tengah kota lebih tepatnya lagi berada di bundaran Jalan Jendral Sudirman dekat Lapangan Merdeka. Pada tugu tersebut terukir sejarah pendaratan Australia dan Selandia Baru di Kota Balikpapan. Dan serta 270 nama Tentara Australia Divisi VII yang telah gugur yang berjuang diantara bulan Mei 1945-Agustus 1945, untuk membebaskan pulau Kalimantan dari penjajahan Jepang selama lebih 3 tahun.

Buku 13 November 1945
13 November 1945

SEBENARNYA KAPAN BALIKPAPAN MERDEKA DARI PENJAJAH?

Sebenarnya Kemerdekaan Republik Indonesia telah dideklerasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, namun warga Balikpapan mengetahuinya pada awal November 1945 melalui Radio Australia berbahasa melayu. Pada tanggal 13 November 1945 warga Balikpapan berkumpul di Lapangan Karanganyar untuk melakukan demonstrasi besar-besaran.

Lalu mengibarkan bendera merah putih yang untuk pertama kalinya berkibar di Banua Patra. Dalam hal ini untuk menegaskan bahwa Kota Balikpapan, adalah bagian dari Negara Republik Indonesia. Dan demonstrasi tersebut dipimpin oleh Abdul Moethalib berserta teman-temannya yaitu : Raden Achmad, Machmudin Nata, Aminuddin Nata, Seibold Mewengkang, M. Sjcahli Achmad, Tayib Kesuma, Husein Yusuf, dll.

Kini Peristiwa "KARANGANYAR," tersebut diabdikan dengan tugu Peringatan Demonstrasi 13 November 1945. Yang berlokasi disisi sudut pintu V Pertamina Balikpapan, dan kini derelokasikan ke halaman Balai Gembira Karanganyar.

KEINGINAN DAN HARAPANKU DI HARI JADI KOTA BALIKPAPAN ke-124

Saya berharap dalam doa di Hari Jadi Kota Balikpapan ke-124 ini agar Balikpapan selalu menjadi kota kebanggan bagi seluruh warga masyarakat Balikpapan. Selain itu Ekraf Balikpapan dapat memajukan ekonomi masyarakat Balikpapan. 






   



  

Kokoh Hendra Liem
Assalamualaiku. Wr. Wb, Hai para blogger di seluruh Indonesia Salam kenal nama saya Kokoh Hendra Liem (panggil saya Hendra), saat ini saya berdomisili di Kota Minyak, Balikpapan. Nah, hobby saya adalah menulis dan menulis baik itu di blog pribadi atau menciptakan sebuah buku (novel, antalogi, puisi) bahkan non fiksi pun saya buat.

Related Posts

Post a Comment

Popular posts from this blog

Follow by Email