Kebaikan Berbagi dari Setetes Gula Merah

kebaikan berbagi


"Kebaikan berbagi tidak akan mengurangi hartamu, Allah akan menggantikannya berkali-kali lipat dari harta yang engkau keluarkan. Itulah janji Allah kepada umatnya."

Namanya Mbok Mirnah, Sudah sekitar 20 tahun berjualan klepon dan jajanan khas Jawa dipasar ini. Mbok Mirnah mempunyai kebiasaan unik. Setiap kali ada pembeli yang akan membeli dagangannya, dia selalu meneteskan satu tetes gula merah cair kelantai lalu pergi. 

Saya yang tak sengaja melihatnya, sempat bingung dengan apa yang diperbuatnya tersebut. Setiap ada pembeli pasti melakukan hal yang tidak bisa bagi saya dan orang lain. Karena gelagat yang aneh dan tidak wajar membuat saya penasaran. Suatu hari saya memberanikan diri untuk bertanta langsung kebeliau.

"Maaf mbok saya lihat Anda selalu meneteskan gula merah cair kelantai itu buat apa mbok?" Sambil tersenyum khas orang desa beliau menjawab pertanyaan saya, "Ohhh, itu penglaris mas."  Saya sempat tak percaya akan jawaban si mbok tersebut.  

Kemudian saya kembali bertanya, "Penglaris gimana? Bikin semut datang iya," kata saya sambil penasaran dan mulai muncul suudzon dalam hati. Jangan sampai semua prasangka buruk itu membuat saya terjerumus kepada dosa besar, yang akan di pertanggung jawab diakhirat.    

"Begini loh mas, justru saya bagi-bagi rezeki sama semut. Setetes gula merah tersebut dapat ngasih makan puluhan semut. Jadi semutnya enggak usah nyari makan susah-susah karena sudah saya bantu pakai gula merah tersebut." Saya terdiam sebentar, otak mulai mencerna apa yang telah diucapkan oleh mbok Mirnah tersebut.

"Terus mbok," penasaran membuat saya terus bertanya. "Allah SWT, kan sudah ngasih saya rezeki tiap hari, setetes gula merah kan enggak banyak dan enggak akan bikin saya miskin. Malah dagangan saya laris manis, karena tiap pembeli saya sedekahkan gula merah untuk semut tersebut."

"Buat kita setetes mungkin cuma diujung lidah tapi bagi semut kan bisa untuk puluhan perut mas. Dan sudah saya lakukan selama 20 tahun ini semenjak saya jualan begini. Alhamdulillah dagangan saya selalu habis, saya keluar rumah jam 05.30 dan jam 09.00 pasti sudah habis, rezeki enggak pernah putus-putus." Ujarnya.

Dari hasil bersedekah tersebut mbok Mirnah bisa berangkat umroh dan menyekolahkan anaknya hingga bangku kuliah di Universitas Indonesia (red : UI). Deg...deg...deg, bagaikan disambar petir disiang bolong, begitu kagetnya saya mendengar kalimat-kalimat lugu yang keluar dari mulutnya.  

Nafas terasa sesak, malu dengan diri sendiri. Bagaimana dengan sedekah kita? Mungkin sedekah kita selama ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sedekah si mbok kepada semut yang ternyata sudah dilakukan selama 20 tahun. Dari perjalanan yang panjang dan sekali lagi Allah SWT, membukkan pintu rezekinya untuk mbok Mirnah.

Apa yang dilakukan oleh mbok Mirnah adalah segelintir hal yang dapat dilakukan. Masih banyak cara yang lain untuk menebar kebaikan berbagi. Dihari yang penuh dengan berkah ini kalian bisa berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah tentunya.   

dompet dhuafa
   

donasi

Ada sebuah pepatah mengatakan bahwa, " Jika semua harta adalah racun, zakat adalah penawarnya." Nah, Melalui Program-program Dompet Dhuafa kalian semuanya bisa berdonasi untuk membantu bagi sesama yang mengalami kesulitan dimasa pandemi covid-19 ini.

Jangan pernah menunda-nunda kebaikan. Itu adalah hal yang tak disukai oleh Allah, seberapapun tersisa di dompet usahakan untuk selalu bersedekah. Nah, kalau mendapatkan rezeki yang berlebih ada baiknya untuk zakat. Karena 2.5% dari penghasilanmu adalah hak dhuafa dan fakir miskin.

Seperti kata mbok Mirnah, jangan takut bersedekah termasuk berzakat karena semua itu tak mengurangi hartamu karena Allah SWT, akan menggantinya berkali-kali lipat dari apa yang engkau keluarkan. Karena itu adalah Janji Allah kepada Umatnya.

Mari menebar kebaikan berbagi di bulan yang penuh dengan berkah serta bertebarannya pahala dari Allah SWT. Semangat berpuasa, semangat pula mengejar pahala dengan berbagi dan menyenangkan sesama ditengah wabah yang melanda negeri ini.

 

P.S : Tulisan ini berdasarkan pengalaman teman yang saya tulis kembali dengan sudut padang orang pertama dan diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.                       

Comments

Popular posts from this blog

[Tantangan 11] Menjadi Wirausaha Di usia Muda? Mengapa Tidak

Ketika Deadline Menjadi Asik dengan Asus VivoBook Ultra A412FL.-i5.

[Tantangan 18] 4 Tips Ketika Ingin Ganti Ponsel