[Tantangan 10] Sosial Media Awal Dari Popularitas Ataukah Sebuah Bencana?


Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa media sosial merupakan bagian dari kehidupan kita. Mulai dari pagi hari kita sudah berkutat dengan media sosial, hingga malam tiba di tempat tidur pun masih saja membuka media sosial.

Sepertinya menjadi rutinitas setiap hari yang tidak bisa ditinggalkan. Berbagai macam alat pendukung yang memudahkan untuk berselancar di dunia si maya. Dapat dibayangkan kalau salah satu dari alat tersebut mengalami hal sesuatu atau tertinggal dirumah pasti merasa ada yang kurang atau bahkan merasa ada yang hilang.

Bagaikan langit runtuh di siang bolong, saat mengetahu kalau alat (gadget) tersebut tertinggal dirumah atau bahkan mengalami kerusakan. Serasa tak bernyawa, badan lemes tak bertenaga. Karena alat tersebut dapat menghubungi ke segala macam media sosial yang dimiliki.

Mari kembali ke judul yang tertera diatas. Apa hubungannya si media sosial dengan popularitas atau bahkan bencana? Kedua permasalahan tersebut sangat erat hubungannya satu sama lain. Dapat dibayangkan dibalik sebuah popularitas ada sebuah bencana yang mengintai.

Ah, yang bener nih? Yup, benar sekali walau ada segi positifnya namun, ada pula segi negatifnya. Dari sekian banyak pastinya akan berujung kepada sebuah penyesalan yang mendalam. Bukannya saya melarang untuk menjadi popular tapi ada baiknya dipkir lagi deh. 

Akankah media sosial membawamu menuju popularitas atau menuju bencana? Pertanyaan ini yang selalu menggantung dikepala orang-orang yang ingin menjadi terkenal. Tujuan dari itu semua apa lagi kalau bukan soal uang...uang dan uang.

BAHAYA DI BALIK POPULARITAS DI MEDIA SOSIAL
Wow, saya terkejut saat melihat jumlah followernya yang telah menyampai jutaan orang. Dan saya lihat isi kontennya di media sosial sangat sederhana sekali. Yah, bisa dibilang tidak ada menariknya sama sekali.

Tidak ada yang pernah tahu bagaimana keadaan para seleb tersebut. Ternyata sebuah penelitian menyatakan bahwa sebenarnya diluarnya saja terlihat mereka (para seleb medsos) merasa baik-baik saja. Namun, sebenarnya didalam jiwa mereka rapuh.

Karena tekanan batin yang sangat besar untuk membuat konten-konten yang menarik sehingga membuat depresi atau bahkan prustasi. Hal ini bisa berujung dengan perbuatan tak diinginkan seperti halnya bunuh diri.

Terkadang apa bila mereka memiliki suatu permasalahan yang sangat berat. Namun, merasa bahwa mempunyai sedikit teman. Dan bahkan pengikut-pengikutnya (yang biasa dibilang follower) tidak bisa membantu apa-apa.

Hal ini tidak bisa di diamkan berlarut-larut takutnya keiinginan itu menjadi kenyataan. Dan ada baiknya sebagai orangtua untuk membimbing anak-anaknya yang mulai terkenal agar bisa memilah mana yang baik dan buruk di medsos.

Dan yang terpenting adalah keterbukaan satu sama lain sehingga tak ada satu pun yang merasa tersisihkan atau bahkan merasa terasingkan. Agar tidak teradi hal-hal yang tak diinginkan. Tanamkan kepada siapapun termasuk anak-anak kita agar bersosialisasi dilingkungan sekitar tidak selalu didunia maya.

Ternyata si dunia maya memang sangat membahayakan bagi siapa pun yang tidak bisa membedakan mana benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk. Karena itu bimbinglah mereka untuk menggunakan daring secara bijak. 


Comments

  1. Menurutku orang yang populer justru bisa terkena bahaya, misalnya di bully atau sejenisnya.

    Jadi enakan jadi orang biasa, mau ngelakuin apa aja juga ngga akan viral dan kena bully.,😄

    ReplyDelete
  2. Pagi kooh... Sy akun ig aja dikunci kooh, tkut viral 😆,fb juga sekali,, " kalo mau update blog itupun dh jarang bgt, paling banter wa yg msh sering kepake, inget jaman dulu sblm ada hp, kemana "pergi ato rada telat dikit aman aja ga ds yg cari ato kepo, sekarang apa" update status biar viral, tapee deeh 😱.

    ReplyDelete
  3. Coba Koh kupas tentang plus minus sosmed dari fakta yg ada,di simpulkan,baru solusi dari perspektif Islam....atau sosmed di tinjau dari perspektif Islam apa hukumnya?

    ReplyDelete
  4. Kalau sudah populer di media sosial, punya banyak pengikut, harus pilah-pilih konten yang akan diupload. Konten bagus saja ada yang tak suka, apalagi yang menyinggung satu sama lain ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya min, apa lagi kalau kontennya mengandung kebecian

      Delete

Post a Comment