{Tantangan 9] Kini Harus Menulis Buku Karya Sendiri


Entah apa yang merasuki diriku. Sudah lama banget sih, ingin menulis buku tapiiiii, malah asyik di bermain di blog. Kini ide-ide telah menumpuk di kepala bagaikan kotak yang telah penuh sesak. Setiap waktu akan meledak kapanpun.

Sudah lama keinginan ini tersimpan (yah, kira-kira sudah 10 tahunan), ternyata lama juga sepertinya sudah berdebu dan karatan. Namun, keinginan itu tak pernah mati selalu hidup sampai saat ini saya mengetik tulisan ini.

Nah, ide sudah ada, premis sudah siap. Kini saatnya untuk memulai mengeksekusi ide dan premis tersebut menjadi sebuah novel. Itu harapan saya ditahun ini. Semoga saja selesai dalam 3 bulan dan bisa launching tepat pada tanggal 13 November.

Dan selain itu semoga saja buku ini menjadi best seller diseluruh Indonesia dan bahkan difilemkan. Ini sebuah harapan yang menurut saya itu bisa menjadi sebuah kenyataan (aamiin3x). Mengapa tidak, semoga saja apapun yang ditulis akan terwujud.

Oh, iya bagaimana kabarnya dengan ide-ide yang berjibun dikepala tersebut. Akankah dieksekusi semuanya. Atau satu per satu. Ada baiknya untuk bersabar dalam melakukan sesuatu agar hasilnya bagus.

Selama ini hanya selalu berkutat di antalogi bersama. Berputar-putar disitu terus dan menghasilkan banyak buku-buku antalogi. Namun, tidak ada satu pun buku yang ditulis sendiri. Semangat...semangat...semangat.

Jangan kasih kendor, ayo dimulai kini saatnya memulai perubahan yang baru dengan membuat jejak sejarah yang akan dibaca oleh anak cucu nantinya. Hmmm, baiklah saya sudah siap dengan segala ide yang telah matang.

Target selesai 3 bulan yang dimulai dari bulan Februari 2020 dan akan selesai di April 2020. Riset sudah dilakukan dan telah siap bahkan ilmu-ilmu saat mengikuti kelas hijrah telah di susun rapi dan siap dituangkan menjadi fiksi yang indah dan penuh makna.  

Tidak hanya itu saja semoga melalui buku yang saya tulis ini membuat para pembacanya dan termasuk saya sebagai penulisnya akan mendapatkan hidayah dan mau berubah. Ingat bertaubatlah sebelum nyawa terpisah dari raga.

Dari gelap menuju terang, dari hitam menuju putih, itulah yang selalu saya tanamkan dalam jiwa agar selalu istiqomah melakukan segala hal kebaikan dan menjauhi segala keburukan dalam diri kita. Ok, deh sudah waktunya saya mengakhiri tulisan ini.     

Comments

  1. semangat dengan tantangannya min

    jangan lupa kunjungi juga ya
    https://looperday.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. sayang sekalai kalau tidak segera dieksekusi, keburu inspirasinya hilang

    ReplyDelete

Post a Comment