[Ceritaku] Ketika Teguran itu Menghampiriku


Hawa dingin mulai menyelimuti, suasana mulai gelap. "Sepertinya akan turun hujan," gumamku dalam hati. Mendung mengantung hampir diseluruh Balikpapan. Namun, terang benderang disekitaran rumah itulah kekuasaan Allah SWT.

Dengan penuh semangat ku berbgegas memacukan si kuda besi menuju tempat yang telah di tentukan untuk membahas mengenai pernak-pernik acara yang akan digunakan diacara sebentar lagi. Namun, qadarrullah hujan lebat turun ditengah jalan.

Setelah segala urusan selesai disana, dengan hujan yang masih mengguyur kota Balikpapan, kembali saya memacukan kembali si kuda besi menuju Masjid As-Salam Perum Wika. Entah mengapa saya memutar lewat karang rejo yang nota bene saat itu jalanan disana becek sekali karena genangan lumpur.

Saat ingin melewati jalan yang diinginkan, ternyata masih ditutup karena ada perbaikan jalan. Terpaksa harus memutar agak lebih jauh lagi melewati gunung guntur. Dengan sedikit ngebut dan jalanan yang licin basah karena hujan.

Saat akan berbelok, tiba-tiba saja dari arah yang berlawanan ada sebuah motor yang ditunggangi oleh anak muda tanpa helm. Dengan senaknya belok menuju jalan tikus. Spontan saja ngerem mendadak dan akhirnya terjatuh dengan pundak menahan berat badan saya.

Seorang ibu-ibu berteriak kepada pengendara tersebut agar stop dan mau bertanggung jawab. Namun, sudah telat anak-anak tersebut memacu cepat motornya agar terhindar dari penangkapan tersebut. Pasrah saja itu yang bisa saya lakukan.

Tidak ada kerusakan yang berarti dengan motor. Tapi tidak dengan bahu saya, terasa begitu sakitnya saat orang-orang mengangkat kepinggir jalanan. Tidak bisa ngapa-ngapain lagi selain mengerang kesakitan.

Orang-orang disekeliling menanyakan bermacam-macam sampai ada orang (yang bisa disebut ojol), membantu saya dengan tenaga dalamnya untuk mengobati bahu saya. Masih saja saya enggak berani akan masalah tersebut.

Syukur alhamdulillah akhirnya ada seorang yang melihat saya dan kebetulan itu adalah teman satu komunitas dulu. Dan mau mengantarkan saya pulang kerumah. Diperjalanan dia menawarkan saya untuk kerumah sakit.

Saya menolak tawarannya. Lebih baik untuk pulang saja dan diurut dirumah saja. Ini merupakan teguran dari Allah SWT, agar selalu mengingat akan kebesaranNYA. Jangan lupa tetap jaga keselamatan saat berkendaraan.

Saat menulis ini, hanya dengan tangan kiri. Sedangkan tangan kanan masih dibabat, sakit tau.Yo weis sampai disini dulu tulisannya, nanti dilanjuti lagi di season 2 ok...ok...ok, good banget. 

P.S : Jangan lupa untuk sefty riding yah guys, dimana pun dan kapan pun. Sayangi nyawamu biar bisa melakukan banyak hal-hal yang bermanfaat agar dapat menabung pahala.   

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Tantangan 11] Menjadi Wirausaha Di usia Muda? Mengapa Tidak

Ketika Deadline Menjadi Asik dengan Asus VivoBook Ultra A412FL.-i5.

COMMON SPACE TEMPAT ASIK KONGKOW SAMBIL MENYELESAIKAN TUGAS