[Ceritaku] Penantian Itu Masih Panjang


"Alhamdulillah," tiba-tiba saja kata tersebut meluncur dari tenggorokan menuju mulut ini, saat mendengar teman akan menyempurnakan setengah agama. Saya sedikit terkejut karena nih anak diam-diam saja tanpa kabar sudah ada undangan nikahnya.

Ah, baper lagi kan galau lagi deh, ini akibat dilangkah lagi. Jadi bingung untuk memulai menata hati kembali saat melihat yang lain sudah sah memiliki pasangan halalnya. Bikin ngiri bin mupeng, tapi apa boleh buat penantian itu sepertinya masih panjang sekali.   

Telat, menurut saya tidak ada kata telat untuk menikah asalkan sudah siap mental untuk menjalakan bahterah berdua. Karena, kini tak sendirian lagi ada mahluk yang cantik yang akan mendampingi selama hidupmu.

"Cieeee, so sweeet banget," apa sih, ini bukan untuk saya tapi untuk teman yang akan melangsungkan akadnya di Januari. Dan walimahannya pun di bulan yang sama. 

Jangan tanyakan saya kapan menyusul. Yang terpenting adalah berikhtiar untuk mendapatkan yang terbaik. Walaupun tidak sempurna, kesempuranaan itu hanya milik Allah. Yang terpenting adalah selalu untuk berdoa meminta kepadaNYA.

Ibu berujar kepada saya dia ingin sekali melihat saya memiliki pedamping dan mendapatkan cucu yang lucu-lucu dari saya. Namun, satu pesannya yang membuat saya hanya bisa menanti. Yaitu kalau mau nikah, ada baiknya diri saya hidup mapan dulu deh, nikah.

Ini yang membuat saya sampai saat ini belum memiliki pendamping dikarenakan pesan tersebut. "Waduh, bagaimana ini," dilanggar takut dosa tapi menikah itu adalah menyempurnakan separuh agama.

Bahwa Allah telah menentukan rezeki seseorang yang telah menggenapkan separuh agamanya alias nikah. Jadi jangan takut untuk menikah walau belum memiliki pendapatan yang tetap. Jalani saja pasti salah satu pintu rejeki akan terbuka.

"Yuk, sebarkan cv ta'aruf,? biar dapat jodoh yang sesuai dengan yang tercantum di cvmu. SAY NO TO PACARAN. Karena dengan pacaran akan mendekatkan diri kepada zinah (dosa besar).

Comments

  1. Berbagi pengalman.
    Saya dulu termasuk yg nikahnya nekat juga mas. Krn pengen langsung syah sja g mau pacaran.
    Modal duit seadanya. Tentu sudah di bicarakan dgn ortu dan camer. Memang saya sudah kerja waktu itu tapi Sepeda motor saja buat boncengn ga punya. Apalagi rumah.
    Tapi Nikahpun berjalan, kodarulloh di tempat kerja tiba tiba berubah dapat tmbhan ini dan itu dana tambahan termasuk ganti jabatan. Sampai sekarang Alhamdulillah buat bonceng ada malah ada yg ga terlalu terpakai. tempat tinggal Alhamdulillah tinggal ngurusnya aja.
    Kalo menrut saya Intinya jika kita sudah memiliki penghasilan,
    Sudah ingin nikah,
    Sudah ada calon(kalo blum tunjuk yg di mau datangi ortunya), segera saja nikah.
    Bahaya kalo g nikah
    Perihal permintaan orang tua. Minta doanya saja dan tentu harus di utarakan keinginannya.
    Ingsa Alloh segera nikah. Aamiin
    Minta doa juga sama ortu supaya jadi kelurga yg terhagia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas benar juga maksud Anda, tapi bagaimana caranya untuk mengubah mindset ortu yang seperti itu.

      Delete
  2. Semoga dimudahkan ikhtiarnya untuk menyempurnakan separuh agama. Aamiin ..

    ReplyDelete
  3. Semoga segera menemukan jodohnya. Yg direstui orang tua, benar secara agama, dan membawa diri lebih baik dari waktu ke waktu. Aamiin YRA

    ReplyDelete
  4. mungkin orang tua mas memiliki pertimbangan tersendiri sehingga beliau berpesan seperti itu, namun jika mas sudah merasa "sudah betul siap" maka mungkin mas bisa menjelaskan secara detail kpd orang tua mas untuk mengutarakan maksud baik mas perihal menikah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya masih belum berani takut ada pertentangan yang membuat saya berdosa nantinya.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Tantangan 11] Menjadi Wirausaha Di usia Muda? Mengapa Tidak

Ketika Deadline Menjadi Asik dengan Asus VivoBook Ultra A412FL.-i5.

[Tantangan 18] 4 Tips Ketika Ingin Ganti Ponsel