[Tantangan 4] Pejuang Salome


Hayooo..., pasti kalian mikir yang jorok-jorok kan yah. Dasar piktor, tak pites satu-satu nih. Ayo mulai serius jangan suka berpikir negatif. Yang dimaksud dengan salome disini adalah makanan hitsnya Balikpapan.

Entah dari mana datangnya makanan ini sehingga menjadi terkenal di kota minyak. Sejarahnya saja masih kelihatan samar-samar, sehingga sampai saat ini masih belum tau kapan dan dimana awalnya makanan ini sampai kemari.

Tapi, kalau di lihat sepintas kok ya mirip dengan cilok dari Jawa Barat yah. Hanya sedikit saja sih perbedaannya kalau cilok ada tekstur dagingnya dan sedangkan salome murni hanya terbuat dari tepung kanji walau berpariasi dengan tahu bakso plus sambal kacang atau bawang yang super pedas.

Nyam...,nyam...,nyam enak banget salomenya. Ada cara unik saat memakan camilan yang terkenal seantero jagat perkulineran di Balikpapan ini. Disaat setelah membeli (beberapa pun kamu beli pasti akan dilayani) setelah itu gigit ujungnya dan walah silakan dinikmati dengan es sirup.

Terus apa hubungannya dengan judul diatas. Tenang tulisan ini masih berlanjut kok, nah, mengenai judul diatas itu hanya sebuah apa yah, saya bingung takut salah menyebutnya. Di pulai Jawa kata tersebut mengandung makna yang negatif.

Kami adalah PEJUANG SALOME, entah mengapa tiba-tiba saja seorang sahabat melontarkan kata tersebut di laman media sosialnya. Mengapa tidak dijadikan sebuah nama komunitas saja. Pasti banyak yang bergabung tentunya.

Kenapa pejuang salome, karena kita tuh selalu mencari salome yang terenak dan terlejat. Tak peduli paklenya (biasanya juga bulek yang jualan), selalu dijabanin. Ah, perjuangan mencari camilan ternak dan terlezat akan terus berlanjut hingga mau memisahkan.

Hmmm, bingung lagi bingung mau melanjutkan apa. lagi mengenai pejuang yang satu ini. Cukuplah sampai sini saja deh. Mau menulis untuk blog yang satunya lagi biar pundi-pundi mengalir deras, sederas air hujan yang turun kebumi (halah alay banget loe).

Sudah...sudah jangan berantem, biarlah blog ini tenang. Agar si penulis bisa berkonsentrasi menulis di blognya yang kedua. Ok, tulisan ini sudah selesai sampai disini dulu agar bisa konsentari menulis diblog yang satunya lagi.               

Comments

Post a Comment